BMT Fastabiq Panen Raya Bersama Petani Binaan, Pj Bupati Pati: Menjadi Percontohan Pengembangan Pertanian
(Foto: BMT Fastabiq Pati panen raya bersama petani binaan di Desa Karangwage Trangkil, Jumat 15 Nov 2024)
Kabarpatigo.com - PATI - Bersama Pj Bupati Pati Sujarwanto Dwiatmoko, jajaran BMT Fastabiq Pati sedang panen raya dengan memanen tanaman padi seluas 1,5 ha pada hari Jumat (15/11/24) pagi.
Baca juga: Wabah Demam Berdarah di Pati Meningkat, DKK Pati: Curah Hujan Tinggi Penyebabnya
Panen raya ini dilakukan BMT Fastabiq bersama Petani binaan Program Juragan Mulyo Mandiri BMT Fastabiq Pati di Desa Karangwage, Kecamatan Trangkil.
Baca juga: Golkar Pati Gelar Senam Massal, Ajak Ribuan Warga Pilih Sudewo-Chandra
Baca juga: Ribuan Warga Ikuti Senam Massal yang Digelar Golkar Pati
Penerima manfaat Subawi mengaku terbantu dengan adanya program dari BMT Fastabiq, untuk meringankan petani.
Program itu memberikan bantuan sewa lahan, operasional, dan pengembaliannya setelah panen tanpa bunga.
“Program ini sangat bermanfaat, karena bagi yang belum punya modal bisa menyewa tanah, bisa menggarap tanah, dan itu tanpa ada administrasi atau bunga,” ujar Subawi.
Baca juga: Naik 12 %, Serikat Usaha Muhammadiyah Minta Kenaikan PPN Dibatalkan
Baca juga: Guna Sukseskan Ketahanan Pangan, Babinsa Sidomukti Turun ke Sawah
Direktur Utama BMT Fastabiq Pati Agus Jamaluddin mengatakan, Program Juraga Mulyo Mandiri Pertanian merupakan 1 dari banyak program untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ini untuk membantu masyarakat yang punya keterampilan usaha tapi punya keterbatasan modal, bisa mengembangkan usahanya.
“Program ini memberikan modal usaha berupa sewa lahan, operasional pertanian dari mulai tanam hingga panen. Dan hasil panennya kami beli dengan harga di atas rata-rata harga gabah kering giling,” kata Agus Jamaluddin.
Sementara itu, Pj Bupati Pati Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan program yang dikembangkan BMT Fastabiq bisa menjadi percontohan dalam pengembangan pertanian.
“Saya mengapresiasi programnya Fastabiq, karena biasanya kredit ke petani itu susah dan banyak pertimbangan. Tapi ini BMT Fastabiq berani, dan petaninya menjadi lebih tenang, karena saat tanam dicukupi, dan saat panen dibeli,” katanya.
Program Juragan Mulyo Mandiri di lahan percontohan seluas 1 ha itu, petani binaan BMT Fastabiq mampu memanen 15 ton gabah panen. (red)
Komentar
Posting Komentar