Pasien Bergejala Demam Tinggi, Rumah Sakit di Pati Penuh

(Foto: ilustrasi)

Kabarpatigo.com - PATI - Dinas Kesehatan mencatat peningkatan kasus demam berdarah (DB) serta penyakit lain akibat perubahan cuaca ekstrem.

Hal ini makin banyaknya rumah sakit di Kabupaten Pati mengalami lonjakan pasien dengan gejala demam tinggi selama musim pancaroba ini.

Kepala Dinas Kesehatan Pati, dr. Aviani Tritanti Venusia mengatakan, sejak awal musim penghujan, suhu tidak menentu. Kondisi demikian meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah dan tipes. 

Baca juga: Hasil Buruk Lawan Persipura, Management Persipa Pati Tunjuk Sasi Kirono Jadi Caretaker Pengganti Banur

Baca juga: Begini Kondisi Rumah Warga Dukuh Klethak Desa Gabus Akibat Angin Puting Beliung

Banyak warga mengalami demam dan langsung mencari perawatan medis untuk memastikan kondisi mereka.

Kasus yang tercatat tidak semuanya demam berdarah, hanya sebagian kecil yang benar-benar positif DB. 

"Sebagian besar pasien mengalami demam akibat infeksi virus musiman yang umum terjadi pada perubahan cuaca," katanya saat diwawancara di kantornya, Kamis (13/2/25).

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Pemukiman di 3 Desa Kecamatan Gabus Kabupaten Pati

Baca juga: Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Gelar Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Masyarakat semakin waspada terhadap gejala panas tinggi, terutama pada anak-anak, yang sering kali memicu permintaan rawat inap. 

Hal ini menyebabkan banyak rumah sakit penuh karena lonjakan pasien yang membutuhkan perawatan intensif.

Dinas Kesehatan menekankan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyakit saat musim pancaroba. 

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat diimbau untuk menerapkan pola makan seimbang dan memakai masker saat sakit.

Salah satu langkah penting adalah pembersihan sarang nyamuk secara rutin minimal sekali seminggu. 

"Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di air bersih, sehingga tempat penampungan air harus selalu dibersihkan untuk mencegah penyebaran DB," tegas Aviani.

Kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit diharapkan semakin meningkat agar tidak terjadi lonjakan kasus lebih lanjut. 

Penerapan langkah-langkah preventif yang konsisten dapat membantu menekan angka kasus demam berdarah di wilayah Pati. (kbrn)

Komentar